19/04/2017

Apakah Program Kesehatan Perusahaan Bermanfaat?

Setiap tahun, perusahaan-perusahaan mengeluarkan dana sebesar 8 miliar U.S. dollar untuk program kesehatannya – tetapi apakah hal tersebut setimpal?1 Dua pakar ahli, Jim Purcell, konsultan U.S. terkemuka, dan Bénédicte Lepère, Global SVP HR di Sodexo Benefits and Rewards Services, akan membahas komponen-komponen apa saja yang dapat menyukseskan program kesehatan perusahaan dan menimbang manfaatnya.

Mengapa ada program kesehatan dalam agenda perusahaan?
Jim Purcell: Muncul pertama kali di U.S. pada tahun 1980an, ketika premi dari perusahaan asuransi kesehatan menjadi lebih besar daripada biasanya – meningkat 18% dalam satu tahun – dan hasil studi menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan tertentu dapat mengurangi jumlah klaim serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Biaya premi asuransi terus meningkat, hingga saat ini perusahaan di Amerika Serikat menghabiskan sekitar 8 milliar dollar setiap tahun hanya untuk program kesehatan karyawan. Program yang baik dapat meningkatkan moral dan produktifitas, mengurangi turnover karyawan, absenteeism, dan biaya kesehatan. Sayangnya, banyak program yang mengalami kegagalan dan terkesan sia-sia.

Bénédicte Lepère: Benar, saya setuju dengan Jim. Meskipun program kesehatan sudah menjadi topik trendi selama beberapa tahun ini, ternyata ada berbagai masalah yang timbul dalam program tersebut. Saat ini hanya 13% dari perusahaan di Amerika Serikat yang memiliki program kesehatan yang benar-benar komprehensif, yang menawarkan Health Reimbursement Arrangement (HRA) dan pengujian biometrik. Di lain pihak, hanya 4% sampai 8% karyawan yang berpartisipasi dalam program kesehatan perusahaan.

Mengapa program tradisional ini gagal?
JP: Program tradisional hanya memberikan dorongan kepada karyawan untuk “berenang, olahraga, dan berhenti merokok”. Hal ini kurang efektif dikarenakan dorongan tersebut biasanya tidak bertahan lama dan tidak memiliki akibat berarti kepada premi asuransi yang dibayarkan perusahaan. Kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan lainnya seperti “Lose 10 pounds or kilos this month” juga dinilai sama tidak efektifnya. Skema insentif ataupun penalti juga dapat menimbulkan masalah karena ada kemungkinan karyawan melihat upaya tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan profit dengan berupaya mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan, bukannya melihat hal tersebut sebagai bagian dari kepedulian perusahaan kepada karyawan. Program tersebut juga dapat membuat orang yang dilibatkan merasa rendah diri dan malu.

 
 
Jadi, apa resepnya untuk sukses?
JP: Ada dua hal: kepemimpinan dan rencana yang dirancang dengan baik. Sebuah perusahaan harus menciptakan budaya hidup sehat. Sama halnya dengan keselamatan kerja, budaya hidup sehat harus selalu dibicarakan setiap hari serta menjadi referensi dalam setiap pertemuan atau presentasi. Harus CEO dan management yang memulai, bukan hanya berbicara tentang mempromosikan program, tetapi juga harus aktif berpartisipasi dalam kegiatan dan membuatnya menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dalam jangka pendek, membiasakan hidup sehat harus dijadikan sebagai salah satu strategi – satu di antara tiga strategi utama perusahaan.

BL: Sekarang, level top eksekutif perusahaan menyadari bahwa kesehatan dan kesejahteraan karyawan mempunyai dampak nyata terhadap performa bisnis. Ini sudah kami terapkan dengan tim kami di Sodexo. Banyak produk dan servis yang tersedia di Sodexo adalah hasil pengembangan dari pengalaman yang diperoleh dari karyawan kami sendiri. Salah satu contoh, “FitMeUp”, adalah sebuah program yang telah dikembangkan untuk menyajikan pembinaan kesehatan tentang nutrisi, aktifitas fisik dan tidur, merupakan hasil dari penerapan dengan karyawan Sodexo.

Apa saja yang dibutuhkan dalam tingkat perencanaan?
JP: Poin pertama, libatkan karyawan sehingga mereka mempunyai rasa memiliki lalu ciptakan juga program terpisah berdasarkan kelompok. Hasil studi menunjukkan bahwa persentase kecil dari karyawan perusahaan menghabiskan hampir setengah dari biaya kesehatan yang dibayarkan perusahaan akibat kondisi kronis seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. Sebuah program khusus untuk mereka dapat memberikan kontribusi positif dan serta mempunyai dampak yang besar terhadap biaya kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dan biometrik juga dapat mengidentifikasi orang yang memiliki risiko penyakit kronis, sehingga Anda dapat mencegahnya sebelum penyakit tersebut berkembang.

BL: Di Sodexo, kami percaya bahwa jenis pendekatan komprehensif ini adalah cara yang tepat dan dapat merefleksikan berbagai program berbeda yang sudah kami tawarkan di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, kami membuat program yang menyediakan satu kartu untuk pembelian makan siang di tempat kerja sekaligus akses kepada jaringan merchant Sodexo – restoran, supermarket, dan layanan pengiriman makanan ke rumah. Olahraga juga termasuk dalam hal ini, dengan Mindful Mile dan Core4™ suite untuk program manajemen diabetes dan berat badan orang dewasa. Di Amerika Latin, program-program seperti Vivir Bien di Chili dan Viver Bem di Brazil, dapat memberikan bantuan gizi, dukungan baik untuk pribadi maupun keluarga, bersamaan dengan skema keuntungan lain yang ditawarkan dari kartu loyalitas.

 
 
Lalu apa saja yang termasuk dalam program kesehatan?
JP: Latihan, hal ini akan jauh lebih efektif apabila dilakukan dalam bentuk kelompok, sehingga orang tersebut merasa didukung dan tidak terisolasi. Memberikan pilihan makanan sehat di kantin karyawan atau menyediakan cemilan sehat di rapat kantor adalah langkah awal, namun yang tidak kalah penting adalah memberikan edukasi kepada orang lain tentang pentingnya memilih makanan yang sehat.

Cara lainnya dapat dilakukan dengan menyemangati orang untuk berjalan dibandingkan menggunakan eskalator, atau mendorong karyawan untuk saling berbagi tujuan dan harapan – melalui chatroom perusahaan mungkin? – yang akan sangat membantu. Komunikasi berkelanjutan harus dilakukan, bukan hanya mengenai program yang ditawarkan, tetapi juga tentang kemajuan yang dihasilkan oleh perusahaan secara keseluruhan.

BL: Fokus utamanya adalah nutrisi, olahraga, dan gaya hidup individu. Tetapi saya berpikir bahwa, membantu orang untuk lebih sadar dengan kesehatan juga merupakan bagian penting dalam kesetaraan kesehatan, dan ini adalah sesuatu yang harus disosialisasikan secara internal. Kami mengorganisir sesi meditation dan mindfulness di Paris HQ, dan hasilnya partisipan merasa lebih segar serta lebih berempati kepada kolega. Dari sudut padang seorang HR, hal ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan sekaligus memberikan kita ide pemikiran tentang program kesehatan di masa depan.

Dapatkah perusahaan menyampaikan program mereka sendiri?
JP: Ya, meskipun saran dari para ahli dan dukungan dari perusahaan seperti Sodexo mempunyai peran penting dalam merencanakan dan menyampaikan program; ini adalah tentang menciptakan perubahan gaya hidup, bukan program 30 hari. Program hidup sehat yang sukses, dapat menghemat biaya pemeliharaan kesehatan karyawan hingga dua sampai tiga kali dari biaya program yang dikeluarkan, serta meningkatkan employee engagement sampai dengan 40%. Menciptakan budaya hidup sehat membantu karyawan melakukan segala sesuatu dengan benar dan sehat sebab mereka adalah orang-orang yang telah berkontribusi membuat bisnis berjalan dengan baik sekaligus membantu mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

BL: Jim mengemukakan bahwa misi utama dari Sodexo adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal ini kami mulai dengan menjadi perusahaan yang baik, yang mendukung dan mengembangkan orang-orang kami. Investasi yang kami lakukan menghasilkan peningkatan level employee engagement Sodexo. Menurut survei global tahun 2016, pencapaian terakhir adalah 68%, meningkat 9% poin dari tahun 2014. Ini adalah komitmen kami kepada karyawan, untuk memastikan bahwa kesejahteraan yang ditawarkan benar-benar relevan dengan tantangan HR yang sedang dihadapi di berbagai perusahaan dan organisasi. Sebuah studi di Harvard University menyebutkan, dalam 3 tahun sebuah program hidup sehat dapat menghasilkan ROI sebesar 3.27:1 dalam pengurangan biaya pemeliharaan kesehatan, dan ROI sebesar 2.73:1 dalam absen. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi KPI yang dicari oleh sebuah perusahaan.

 
 
 

------------------------------
1 http://kff.org/private-insurance/issue-brief/workplace-wellness-programs-characteristics-and-requirements/

 

Contact