23/04/2018

Merancang Program Insentif Penjualan yang Sukses



Memberikan insentif adalah langkah yang baik dalam meningkatkan energi dan semangat untuk karyawan Anda. Mereka akan semakin antusias dalam usaha untuk meningkatkan penjualan.

Namun, memotivasi karyawan Anda tidak semudah menentukan hasil yang diinginkan (seperti lebih banyak panggilan atau tingkat konversi yang lebih tinggi) dan menjanjikan hadiah kepada karyawan yang mencapai target penjualannya.

1. Menerapkan dana insentif kinerja penjualan secara personal
Setiap orang perlu motivasi yang berbeda-beda. Untuk itu, selain memotivasi Tim perlu juga untuk memotivasi secara personal. Ketika salah satu karyawan tidak menunjukkan performa yang bagus seperti biasanya, daripada mencoba mencari tahu apa yang dia sukai dan berpotensi memilih sesuatu yang salah, lebih baik untuk menanyakan “Bagaimana saya bisa memotivasi Anda?”

Mungkin dia akan menginginkan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh Anda, misal ingin tiket liburan ke suatu tempat. Lalu saya akan berkata, “Baik, apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan itu?”

Karyawan Anda akan mulai berpikir untuk lebih berusaha dalam menyelesaikan target yang akan dia capai. Karyawan Anda akan merasa terhormat dengan tanggung jawab yang diberikan karena dapat memilih tujuan dan hadiah mereka sendiri, sehigga mereka berusaha untuk tidak mengecewakan Anda.

Karena dia memilih hadiah yang benar-benar diinginkan, dia akan berusaha lebih keras untuk bekerja demi tercapainya tujuan tersebut. Memberikan dana insentif penjualan secara personal tersebut juga harus berlaku untuk semua karyawan, dan Anda juga harus memperhatikan anggaran yang ada sebelum Anda menyetujui apapun.

2. Memberikan hadiah tidak dalam bentuk uang
Cobalah untuk menghindari hadiah dalam bentuk uang. Anggaplah Anda memberikan hadiah tunai Rp 2.000.000,-. Kemudian dia membelanjakan untuk dirinya sendiri seperti untuk makan malam yang menyenangkan atau membeli kemeja baru. Tetapi perasaan menyenangkan atas pencapaiannya tersebut akan relatif cepat memudar.

Kemudian bayangkan Anda memberikan hadiah berupa Televisi. Setiap kali dia mengajak orang ke rumahnya, mereka akan berkata, “Televisi yang bagus, dari mana Anda mendapatkan itu?” Dia pasti akan selalu mengingat bagaimana televisi tersebut ia dapatkan. Selama hadiah tersebut lebih ditujukan untuk personal dan mudah diingat, maka itu akan terus memotivasinya.

3. Pastikan semua karyawan mendapatkan kesempatan

Tim Anda akan merasa diabaikan jika hanya orang yang sama selalu mendapatkan hadiah. Berikan kesempatan yang sama untuk semua karyawan agar tetap menjadikan Tim Anda selalu solid dan memberikan performa yang luar biasa.

4. Tanyakan pendapatnya secara personal
Tanyakan pendapat dari masing-masing karyawan Anda mengenai pujian atau pengakuan seperti apa yang mereka inginkan. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui hal tersebut.

- Apakah Anda lebih suka mendapat pujian atau pengakuan di depan tim atau secara pribadi?
- Jika Anda memenangkan dalam pencapaian target, apa cara terbaik mengumumkannya? (mengumumkannya lewat email, mengumumkan saat meeting, atau secara personal)
- Apakah Anda termotivasi oleh pencapaian Anda yang dipaparkan di papan peringkat?

Motivasi adalah seni, ada baiknya Anda tetap bereksperimen untuk menemukan program insentif penjualan yang optimal untuk tim, tujuan, dan budaya Anda.

 

Hubungi Kami