10/04/2017

ROI + VOI: The Winning Combination

Mempertahankan kualitas karyawan serta memotivasi mereka untuk melakukan kontribusi lebih dengan potensi yang ada, termasuk hal penting yang perlu dilakukan agar sukses berkompetisi di dunia kerja. Banyak perusahaan yang beralih kepada strategi recognition program untuk meningkatkan daya tarik dan engagement karyawannya. Tetapi, apa sebenarnya yang membuat suatu program itu sukses? Para ahli menyarankan perusahaan untuk melihat lebih jauh dari angka (hard numbers) dan mempertimbangkannya sebagai investasi yang bersifat lambat.

Untuk menilai dampak dari program benefits and rewards yang telah dijalankan, banyak perusahaan unggulan yang masih menggunakan cara tradisional dengan bergantung pada “hard data” dalam melakukan perhitungan Return of Investment (ROI). Namun untuk sekarang, “softer measure” seperti Value of Investment (VOI) juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data agar perusaaan dapat melihat secara jelas peningkatan dari employee recognition program yang sulit untuk diukur.

Studi kasus yang dilakukan Sodexo mendukung pendekatan VOI. Hasil studi mengungkapkan bahwa para pelaku bisnis dan perusahaan di seluruh dunia telah melihat relasi yang jelas antara kebahagiaan karyawan dengan keuntungan yang diperoleh dari peningkatan kinerja.

 
 
Target dari employee recognition program adalah employee engagement
Dalam bidang benefits dan rewards, studi yang diadakan oleh pemain industri terkenal seperti Gallup, The Corporate Leadership Council and Willis Towers Watson memperlihatkan bahwa recognition program itu memiliki korelasi tinggi dengan peningkatan employee engagement1. Di samping itu, engagement yang terjadi sangat mempengaruhi hasil pekerjaan karyawan dan juga perilakunya.

Perusahaan yang secara aktif mencari cara untuk meningkatkan engagement akan membuat perusahaan menjadi lebih baik dibandingkan dengan kompetitor dalam hal business value dan finansial.

Walaupun tidak dapat dipungkiri keuntungan nyata yang dihasilkan dari investasi, namun pengukuran secara akurat atas dampak yang diperoleh dari suatu program tetap penting untuk diperhitungkan. Di masa lalu, perusahaan hanya semata fokus memperhitungkan keuntungan moneter yang didapatkan dari sebuah program dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, disebut juga dengan menentukan ROI. Bentuk pengukuran yang dipergunakan antara lain turnover karyawan, produktifitas, atau absenteeism.

Selama bertahun-tahun pendekatan diatas telah menjadi dasar yang digunakan perusahaan untuk menilai keberhasilan sebuah program, hanya saja kemampuan untuk pengukuran yang dihasilkan hanya bersifat satu dimensi dan tidak dapat menangkap semua faktor yang memberikan dampak kepada prestasi di tempat kerja. Para pakar industri kini menginsyaratkan adanya kebutuhan mencari tahu lebih lanjut serta melakukan evaluasi untuk keuntungan yang sifatnya tidak berwujud (intangible benefits) yang dihasilkan oleh employee recognition program2.

 
 
Mengukur hasil yang “tidak dapat diukur”
Gartner pertama kali memperkenalkan sebuah konsep dari aset yang tidak berwujud (intangible assets), yang dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja organisasi3. Gartner adalah perusahaan konsultan dan penelitian teknologi informasi terkemuka di dunia. Contoh aset yang tidak berwujud antara lain pengetahuan, kemampuan untuk berkolaborasi, membuat budaya perusahaan yang kuat dan global, meningkatkan moral karyawan dan engagement, serta mengubah nilai kultural dan perilaku di tempat kerja.

Tetapi bagaimana kita menentukan nilai uang yang dikeluarkan untuk meningkatkan komunikasi, hubungan kolaborasi yang lebih, atau diakui sebagai “tempat kerja terbaik”? Biaya apa saja yang dapat dihubungkan dengan kehilangan seorang karyawan bertalenta yang pindah ke kompetitor? Berapa banyak penghematan yang didapatkan perusahaan apabila para karyawannya memiliki komitmen dan tingkat kepuasan yang tinggi? Value of Investment (VOI) memberikan nilai nyata kepada bisnis dan pekerjanya. VOI adalah gambaran besar dari hasil investasi dalam bisnis, yang meliputi aspek moneter dan dan non-moneter yang bersifat soft measurement.

Salah satu contoh keunggulan dari soft measurement adalah tingkat kebahagiaan karyawan. Hal ini mungkin lebih rumit untuk diukur dibandingkan dengan indikator ROI yang dapat diukur dan di analisa melalui survei kepuasan pelanggan. Peneliti menemukan bahwa ketika mereka dihargai, 86 persen karyawan merasa bahagia, 85 persen tingkat kepuasaannya meningkat terhadap pekerjaan mereka, dan 70 persen mengungkapkan bahwa mereka lebih bahagia saat di rumah4.

Menciptakan suasana “tempat kerja terbaik” yang berjalan seiringan dengan membuat karyawan lebih merasa dihargai, pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang bisa diukur. Sebagai contoh, perusahaan dengan karyawan yang bahagia dapat memberikan hasil lebih baik hingga 20 persen dibandingkan dengan kompetitor. Karyawan yang bahagia juga dinilai 12 persen lebih produktif, menghasilkan penjualan yang lebih tinggi 37 persen dan sakit 10 kali lebih sedikit dibandingkan kolega yang tidak bahagia5.

Pengukuran VOI ini terungkap ketika Sodexo melakukan survei kepada 4.805 pemimpin bisnis di seluruh dunia dalam studi SME. Studi tersebut mengungkapkan bahwa 9 dari 10 pemimpin mengakui bahwa suasana di tempat kerja dan reputasi perusahaan mereka bertambah baik ketika mereka fokus untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan di tempat kerja. Selain keuntungan yang bersifat kualitatif tersebut, 70 persen menyatakan dari mereka merasa diuntungkan secara finansial6.

“Dalam perekonomian saat ini, sumber daya yang sulit diukur seperti reputasi, kolaborasi dan keahlian yang langka, adalah kunci untuk mendapatkan keuntungan yang kompetitif,” kata Mia Mends, CEO dari Inspirus and Sodexo’s Benefits and Rewards Services, USA. “Jika ROI mungkin cukup untuk melakukan analisa yang bersifat taktis, fokus kepada data yang lebih soft, akan lebih bernilai untuk strategi recognition program yang potensial serta total nilai investasi jangka panjang.”7

Menemukan keseimbangan yang tepat
Pada umumnya, para pebisnis terlalu sering membidik “hard data” dan aspek finansial ketika melakukan evaluasi untuk investasi mereka. Dengan menggabungkan ROI dan VOI, sebuah perusahaan dapat melihat gambaran secara komprehensif untuk semua keunggulan dari recognition program8. Ketika sudah mendapatkan prioritas yang jelas dan sudah di evaluasi, perusahaan dapat memperluas program-program yang berhasil, melakukan desain ulang untuk program yang tidak berjalan, dan memberhentikan program yang tidak efektik9.

 
 
 

------------------------------
1 http://theirf.org/am-site/themes/IRF/download.php?file=http%3A%2F%2Ftheirf.org%2Fam-site%2Fmedia%2Fthe-value-and-roi-of-employee-recognition.pdf
2 http://www.inspirus.com/motivation-you-can-measure
3 http://institute.uschamber.com/move-from-roi-to-voi/
4 http://www.huffingtonpost.com/eric-mosley/4-reasons-employee-apprec_b_9368584.html
5 http://www.snacknation.com/blog/employee-happiness/
6 http://www.sodexo.com/files/live/sites/sdxcom-global/files/PDF/Services/201606-presentation-SME-Performance-Study.pdf
7 http://whitepapers.sodexomotivation.com/wp-content/uploads/2015/03/Why-VOI-Is-the-New-ROI.pdf
8 http://www.inspirus.com/motivation-you-can-measure
9 http://www.inspirus.com/motivation-you-can-measure

Hubungi Kami